From diagnostic assessment to Deep Learning: Mapping non-cognitive needs and differentiated strategies in Indonesian language instruction
DOI:
https://doi.org/10.67964/wvwbbk46Keywords:
Non-cognitive learning needs, Deep Learning, Differentiated instruction, Oral communication, Reading literacyAbstract
Differences in students’ learning needs require responsive Indonesian language instruction in implementing Deep Learning. This study aims to map the non-cognitive learning needs of Grade X and XII students at SMA Negeri 2 Padang as a basis for differentiated instructional strategies. A descriptive quantitative approach with a cross-grade comparative design was employed involving 132 students through non-cognitive diagnostic questionnaires analyzed using means, frequencies, and percentages. The findings reveal variations in learning needs across groups. Oral communication confidence emerged as a relatively consistent need, while reading literacy was a concern among Grade X students. Students showed a tendency toward visual and auditory preferences alongside diverse learning choices, while laziness and physical fatigue were the most frequently reported barriers. This study contributes a diagnostic-to-pedagogical mapping that connects non-cognitive learning needs with the mindful, meaningful, and joyful principles of Deep Learning and with content and process differentiation, providing a concrete basis for designing responsive Indonesian language instruction.
Abstrak
Perbedaan kebutuhan belajar peserta didik menuntut pembelajaran Bahasa Indonesia yang responsif dalam penerapan Pembelajaran Mendalam. Penelitian ini bertujuan memetakan kebutuhan belajar non-kognitif peserta didik kelas X dan XII SMA Negeri 2 Padang sebagai dasar perumusan strategi pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain perbandingan lintas jenjang terhadap 132 peserta didik melalui angket asesmen diagnostik non-kognitif yang dianalisis menggunakan rata-rata, frekuensi, dan persentase. Hasil menunjukkan adanya variasi profil kebutuhan antarkelompok. Kepercayaan diri komunikasi lisan menjadi kebutuhan yang relatif konsisten, sedangkan literasi membaca menjadi perhatian pada kelas X. Peserta didik menunjukkan kecenderungan preferensi visual dan auditori dengan pilihan belajar yang beragam, sementara rasa malas dan kelelahan fisik menjadi hambatan yang paling sering dilaporkan. Kontribusi penelitian ini adalah menghasilkan pemetaan diagnostik-pedagogis yang menghubungkan kebutuhan non-kognitif dengan prinsip mindful, meaningful, dan joyful serta strategi diferensiasi proses dan konten sebagai dasar konkret perancangan pembelajaran Bahasa Indonesia yang responsif.
Downloads
References
Amir, J., Dalle, A., & Syamsudduha. (2025). Pengaruh motivasi membaca terhadap kemampuan literasi membaca siswa sekolah menengah atas. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 14(1), 1523–1530. https://doi.org/10.58230/27454312.2600
Anwar, M., & Sodik, H. (2026). Kerangka konseptual pembelajaran mendalam (deep learning) dan implementasinya dalam pendidikan di Indonesia. Tafhim Al-’Ilmi: Jurnal Pendidikan Dan Pemikiran Islam, 17(2). https://doi.org/10.37459/tafhim.v17i01.340
Ausubel, D. P. (1968). Educational psychology: A cognitive view. Holt, Rinehart and Winston.
Bhakti, C. P., Ghiffari, M. A. N., & Salsabil, K. (2019). Joyful learning: Alternative learning models to improving student’s happiness. Jurnal VARIDIKA, 30(2), 30–35. https://doi.org/10.23917/varidika.v30i2.7572
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage Publications.
Fallace, T. (2023). The long origins of the visual, auditory, and kinesthetic learning style typology, 1921–2001. History of Psychology, 26(4), 334–354. https://doi.org/10.1037/hop0000240
Fasirah, H., Anshari, A., & Juanda, J. (2024). Analisis faktor determinan kemampuan literasi membaca: Studi kasus di SMA Negeri 5 Makassar. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 10(2), 1633–1642. https://doi.org/10.30605/onoma.v10i2.3490
Grieve, R., Woodley, J., Hunt, S. E., & McKay, A. (2021). Student fears of oral presentations and public speaking in higher education: A qualitative survey. Journal of Further and Higher Education, 45(9), 1281–1293. https://doi.org/10.1080/0309877X.2021.1948509
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. (2025a). Naskah akademik pembelajaran mendalam: Menuju pendidikan bermutu untuk semua. Pusat Kurikulum dan Pembelajaran.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. (2025b). Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.
Khaerunnisa, P., Nugraha, A., & Arumsari, C. (2020). Profil kecemasan berbicara di depan umum siswa SMA. QUANTA: Kajian Bimbingan Dan Konseling Dalam Pendidikan, 4(3), 107–113. https://doi.org/10.22460/q.v4i3p107-113.1982
Kumalasari, E., Ni’ammah, N. W., & Junaris, I. (2026). Toward the dehumanization of Islamic Education teachers: A conceptual synthesis of workload complexity in the Merdeka Curriculum. Societa: Journal of Society and Change, 1(1), 126–142. https://perfidiajournal.com/index.php/societa/article/view/31
Langer, E. J. (1997). The power of mindful learning. Addison-Wesley.
Langer, E. J. (2000). Mindful learning. Current Directions in Psychological Science, 9(6), 220–223. https://doi.org/10.1111/1467-8721.00099
Lenaini, I. (2021). Teknik pengambilan sampel purposive dan snowball sampling. Historis: Jurnal Kajian, Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan Sejarah, 6(1), 33–39. https://doi.org/10.31764/historis.v6i1.4075
Maistika, L., & Murti, H. A. S. (2023). Hubungan self efficacy dengan kecemasan berbicara di depan umum pada siswa-siswi SMA Kecamatan Gabus Kabupaten Grobogan Jawa Tengah. JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(10), 8215–8223. https://doi.org/10.54371/jiip.v6i10.2274
Mustapa, A., Ramadhani, K., Dewi, L. P., Oktarina, N., & Widodo, J. (2025). Implementasi pendekatan pembelajaran kurikulum merdeka: Understanding by design, berdiferensiasi, dan deep learning. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(2), 427–441. https://doi.org/10.23969/jp.v10i02.25134
Novak, J. D. (2002). Meaningful learning: The essential factor for conceptual change in limited or inappropriate propositional hierarchies leading to empowerment of learners. Science Education, 86(4), 548–571. https://doi.org/10.1002/sce.10032
Prihantoro, P., Prayitno, H. J., Indri, I., & Kusumaningtyas, D. A. (2025). Deep learning: Policies, concepts, and implementation in senior high schools in Indonesia. Journal of Deep Learning, 1(1), 11–24. https://doi.org/10.23917/jdl.v1i1.10964
Purba, U. E. B. G., & Siahaan, E. M. (2023). Hubungan antara self efficacy dengan kecemasan presentasi tugas di depan kelas pada siswa SMA. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(2), 16344–16353.
Rahmawati, Y., Mu’ti, A., Suyanto, S., & Herianingtyas, N. L. R. (2025). Pembelajaran mendalam: Transformasi pembelajaran menuju pendidikan bermutu. Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan, 18(1), 1–16. https://doi.org/10.24832/jpkp.v18i1.1281
Ratri, S. Y., Wagiran, Riyadi, A., Firdaus, F. M., & Delosa, J. (2026). Deep learning (pembelajaran mendalam) dalam pendidikan Indonesia: Tinjauan sistematis teori dan praktik. Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Pembelajaran, 4(2), 176–191. https://doi.org/10.58706/jipp.v4n2.p176-191
Sa'diyah, S. T. H., & Nursaman. (2026). Shifting community educational orientation toward madrasah diniyah: A case study at Madrasah Diniyah Nurul Huda Pilang. Eduvista: Journal of Education and Innovation, 1(1), 273–285. https://perfidiajournal.com/index.php/eduvista/article/view/55
Saleh, N. A., Haslinda, H., & Ulviani, M. (2023). Pengaruh model pembelajaran berdiferensiasi terhadap literasi berbicara pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas X SMAN 1 Pangkep. Jurnal Motivasi Pendidikan Dan Bahasa, 1(2), 147–166. https://doi.org/10.59581/jmpb-widyakarya.v1i2.408
Shafina, V., & Mukhlis, M. (2024). Persepsi siswa terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia berdiferensiasi pada Kurikulum Merdeka di SMAN 11 Pekanbaru. Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru, 10(1), 147–157. https://doi.org/10.51169/ideguru.v10i1.1088
Tomlinson, C. A. (2001). How to differentiate instruction in mixed-ability classrooms (2nd ed.). ASCD.
Tomlinson, C. A. (2014). The differentiated classroom: Responding to the needs of all learners (2nd ed.). ASCD.
Tomlinson, C. A., & Imbeau, M. B. (2010). Leading and managing a differentiated classroom. ASCD.
Wulandari, G. A. P. T., Putrayasa, I. B., & Martha, I. N. (2023). Efektivitas asesmen diagnostik dalam pembelajaran berdiferensiasi pada pelajaran Bahasa Indonesia. Nusantara: Jurnal Pendidikan Indonesia, 3(3), 433–448. https://doi.org/10.14421/njpi.2023.v3i3-5
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rio Sahputra, Musriana Musriana, Dina Ramadhanti, Fazila Ade Zulfa, Kasmita Kasmita (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
All articles published in EduVista: Journal of Education and Innovation are licensed under the Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0).
Under this license, users are free to:
-
Share — copy and redistribute the material in any medium or format.
-
Adapt — remix, transform, and build upon the material for any purpose, including commercial purposes.
Under the following terms:
-
Attribution — Appropriate credit must be given to the author(s), a link to the license must be provided, and any changes made must be indicated. Attribution should not suggest that the author(s) or the journal endorses the use of the work.
-
No additional restrictions — No legal terms or technological measures may be applied that legally restrict others from exercising the rights granted by the license.
For more information about this license, please visit:


