From exclusivism to tolerance: Religious moderation and the prevention of religious blasphemy in indonesia

Authors

  • Muhammad Fajar Noor Khamdani Universitas Islam Negeri Sunan Kudus, Kudus, Indonesia Author
  • Muhammad Royhan Al-Wasathiyah University, Hadramaut, Yemen Author

Keywords:

Religious Blasphemy, Religious Moderation, Tolerance, Inclusivity

Abstract

Religious blasphemy remains a significant issue that may threaten social harmony and stability in Indonesia’s multicultural society. This study aims to analyze the role of religious moderation as a strategy for preventing religious blasphemy in Indonesia. The research employed a library research method using books, scholarly articles, and relevant documents, which were analyzed through a descriptive qualitative approach. The findings indicate that religious moderation plays a crucial role in preventing religious blasphemy by strengthening the values of balance, tolerance, justice, equality, and respect for religious diversity. A moderate religious attitude encourages individuals to maintain strong convictions in their own faith while refraining from degrading or rejecting other religions. The study also reveals that exclusivism, excessive truth claims, and a lack of appreciation for diversity are key factors contributing to religious blasphemy. This research contributes to the conceptual understanding of religious moderation as a preventive instrument for fostering a harmonious, peaceful, and tolerant society in Indonesia.

Abstrak

Penistaan agama masih menjadi persoalan yang berpotensi mengganggu kerukunan dan stabilitas sosial di Indonesia yang multikultural. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran moderasi beragama sebagai strategi pencegahan penistaan agama di Indonesia. Penelitian menggunakan metode library research dengan sumber data berupa buku, artikel ilmiah, dan dokumen relevan yang dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama memiliki peran penting dalam mencegah penistaan agama melalui penguatan nilai keseimbangan, toleransi, keadilan, kesetaraan, dan penghormatan terhadap perbedaan keyakinan. Sikap moderat mendorong individu untuk tetap meyakini ajaran agamanya tanpa merendahkan atau menolak keberadaan agama lain. Temuan ini juga menunjukkan bahwa eksklusivisme, klaim kebenaran yang berlebihan, dan rendahnya penghargaan terhadap keberagaman merupakan faktor yang dapat memicu penistaan agama. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkuat landasan konseptual mengenai pentingnya moderasi beragama sebagai instrumen preventif untuk membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, damai, dan toleran di Indonesia.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abqa, M. A. R. (2020). Partai politik dan moderasi beragama sebagai pilar demokrasi di Indonesia. Resiprokal, 2(1), 1–12. https://doi.org/10.29303/resiprokal.v2i1.27

Bakar, A., & Hurmain. (2016). Telaah atas Piagam Madinah dan relevansinya bagi Indonesia. Toleransi: Media Komunikasi Umat Beragama, 8(2). https://doi.org/10.24014/trs.v8i2.2479

CNN Indonesia. (2023). Mengenal 6 agama di Indonesia, kitab suci, hingga hari besarnya. CNN Indonesia. https://www.cnnindonesia.com/edukasi/20230531163253-569-956372/mengenal-6-agama-di-indonesia-kitab-suci-hingga-hari-besarnya

Cristiana, E. (2021). Implementasi moderasi beragama dalam mencegah radikalisme. Prosiding Webinar Nasional IAHN-TP Palangka Raya, 3(7), 19–28. https://doi.org/10.33363/sn.v0i7.180

Darmayanti, & Maudin. (2021). Pentingnya pemahaman dan implementasi moderasi beragama dalam kehidupan generasi milenial. Syattar, 2(1), 40–51. https://maryamsejahtera.com/index.php/Religion/article/299/311/1045

Fahmi, Y. (2023). 6 kasus penistaan agama yang menghebohkan tanah air sebelum Panji Gumilang, drama Ahok paling disorot. Liputan6. https://www.liputan6.com/surabaya/read/5359786/6-kasus-kasus-penistaan-agama-yang-menghebohkan-tanah-air-sebelum-panji-gumilang-drama-ahok-paling-disorot

Fahri, M., & Zainuri, A. (2019). Moderasi beragama di Indonesia. Intizar, 25(2), 95–100. https://doi.org/10.19109/intizar.v25i2.5640

Fahrudin, A. Y., & Ajie, B. W. (2023). Hukum pidana dan konflik agama: Menganalisis kasus penistaan agama dan dampak sosialnya. Humaniorum, 1(4), 116–123. https://doi.org/10.37010/hmr.v1i4.32

Fathoni, I. S. (2019). Analisis upaya UIN Raden Mas Said dalam implementasi nilai-nilai moderasi beragama di era modern. International Conference on Cultures & Languages (ICCL), 1(1), 320–337. https://doi.org/10.22515/d3ne9y71

Gea, O., Aritonang, H. D., & Harefa, S. (2022). Peran pemimpin agama berbasis wawasan pluralisme dalam merawat toleransi beragama di Indonesia. Jurnal Teologi Cultivation, 6(2), 47–63. https://doi.org/10.46965/jtc.v6i2.1599

Habibi, I. (2022). Implementasi moderasi beragama dalam mencegah faham radikalisme dan intoleran di Kampung Kristen Bojonegoro. Annual Conference for Muslim Scholars (AnCoMS), 6(1), 1139–1151. https://doi.org/10.36835/ancoms.v6i1.342

Hasanah, R. K., Aryanti, N. Y., Agustina, A., & Trenggono, N. (2023). Dialektika tokoh agama dalam menjaga kerukunan. Bricolage: Jurnal Magister Ilmu Komunikasi, 9(1), 117–136. https://doi.org/10.30813/bricolage.v9i1.3793

Hasani, B. (2023). Peran keluarga dalam penguatan moderasi beragama untuk pemantapan empat pilar kebangsaan. Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora (Kaganga), 6(1), 262. https://journal.ipm2kpe.or.id/index.php/KAGANGA/article/view/5593

Hatta, M., Zulfan, & Husni. (2021). Kejahatan penistaan agama dan konsekuensi hukumnya. Al’ Adl: Jurnal Hukum, 13(2). https://doi.org/10.31602/al-adl.v13i2.4532

Hayati, N. E. R. (2022). Konsep dan implementasi moderasi beragama dalam meningkatkan sikap sosioreligius dan toleransi beragama di Universitas Malang. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

Jamaluddin. (2022). Implementasi moderasi beragama di tengah multikulturalitas Indonesia (Analisis kebijakan implementatif pada Kementerian Agama). As-Salam: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman, 7(1), 1–13.

Jufri, M. (2016). Pembatasan terhadap hak dan kebebasan beragama di Indonesia. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 1(1). https://doi.org/10.17977/um019v1i12016p040

Kadir, A. (2024). Strategi pendidikan agama Islam untuk menghadapi radikalisasi kalangan pemuda di Indonesia. Jurnal Alasma: Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah, 6(2), 104–118. https://jurnalstitmaa.org/index.php/alasma/article/view/115

Lexy, J. M. (2002). Metode penelitian kualitatif. Rosda Karya.

Mahadi, S. (2021, September). Sungguh mengejutkan, 64,7% kasus penistaan agama Islam ternyata dilakukan oleh umat muslim sendiri. Ini data konkretnya! Berita99.

Mantri, Y. M. (2022). Kasus penistaan agama pada berbagai era dan media di Indonesia. Definisi: Jurnal Agama dan Sosial-Humaniora, 1(3), 123–138.

Muhammad, A. U., Muqowim, Rohmadi, & Wildan, S. (2023). Moderasi beragama sebagai gerakan Islam wasathiyah dalam menangkal radikalisme. Risalah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam, 9(2), 916–927. https://doi.org/10.31943/jurnal_risalah.v9i2.495

Nisa, M. K., Yani, A., Andika, A., Yunus, E. M., & Rahman, Y. (2021). Moderasi beragama: Landasan moderasi dalam tradisi berbagai agama dan implementasi di era disrupsi digital. Jurnal Riset Agama, 1(3), 731–748. https://doi.org/10.15575/jra.v1i3.15100

Nora, A. (2021). Kemenag Aceh akibat penistaan agama timbulkan kekacauan permusuhan perpecahan. Dialeksis.

Nuryani, T., & Taufiq, A. (2019). Peran Forum Kerukunan Umat Beragama dalam memelihara toleransi beragama Kota Salatiga tahun 2018. Journal of Politic and Government Studies, 8(3), 381–390. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jpgs/article/view/24092

Pelu, H., & Nur, N. (2022). Penerapan moderasi beragama dalam pembelajaran Bahasa Inggris di madrasah. Educandum, 8(2), 242–254.

Raharjo, A. (2023). Lina Mukherjee, selebgram pembuat konten makan babi ditahan. Republika.

Rahayu, P. (2023). Urgensi moderasi beragama solusi mengatasi masalah radikalisme di era milenial. IAIN Pontianak.

Ramdan, A. (2018). Aspek-aspek konstitusional penodaan agama serta pertanggungjawaban pidananya di Indonesia. Jurnal Konstitusi, 15(3).

Rustamaji, M., & Aulia, G. N. (2018). Telaah konsepsi penistaan agama terhadap penegakan hukum kasus Meliana (Studi putusan Pengadilan Negeri Medan Nomor: 1612/Pid.B/2018/PN.Mdn). Jurnal Verstek, 8(2), 30–38.

Saifuddin, L. H. (2019). Moderasi beragama (1st ed.). Kementerian Agama RI.

Sugiyono. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Cet. ke-23). Alfabeta.

Syarif, M. (2023). Penistaan agama dalam hukum Islam (Study analisis yuridis di Indonesia). Nizam: Jurnal Islampedia, 2(1), 1–10.

Utoyo, M. (2012). Tindak pidana penistaan agama oleh kelompok aliran. Pranata Hukum, 7(1), 15–26.

Wisely, G. (2023). Tiktoker Morteza tersangka penistaan agama Kristen ngaku keceplosan. Detiknews.

Zahdi, & Iqrima. (2021). Implementasi moderasi beragama pada pembelajaran Al-Qur’an di Mushola Nur Ahmad. Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama, 1(1), 142–159. https://doi.org/10.32332/moderatio.v1i1.4353

Downloads

Published

2026-06-08

How to Cite

Khamdani, M. F. N., & Royhan, M. (2026). From exclusivism to tolerance: Religious moderation and the prevention of religious blasphemy in indonesia. Mishkat: Journal of Theology and Civilization, 1(1), 1-15. https://perfidiajournal.com/index.php/mishkat/article/view/1